4 (EMPAT) TERSANGKA PERKARA DUGAAN KORUPSI PENGADAAN ALAT KESEHATAN RSUD dr. RASIDIN PADANG TA. 2013 DITAHAN

Pada hari Selasa tanggal 07 Januari 2020 sekira pukul 11.30 s.d 15.30 Wib bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Padang, Sumatera Barat (Sumbar), telah dilaksanakan Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) perkara dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan RSUD dr. Rasidin Padang TA. 2013 dari Penyidik Polresta Padang kepada Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Padang. Adapun tersangka yang di serahkan yakni :

  1. dr. Artati Suryani, M.Ph Pgl. TATIK (KPA RSUD dr. RASIDIN Kota Padang)
  2. FERRY OKTAVIANO (direktur PT. SYIFA MEDICAL PRIMA)
  3. SAIFUL PALANTJUI (pihak dari CV VALEA PERKASA)
  4. ISKANDAR HAMZAH (direktur PT. CAHAYA RAMA PRATAMA).
    Setelah diteliti dan dilakukan serah terima para Tersangka dan Barang Bukti, selanjutnya para Tersangka dilakukan Penahanan Tahap Penuntutan selama 20 hari di Rutan Klas II B Padang. Selanjutnya Penuntut Umum akan segera melimpahkannya Ke Pengadilan Tipikor Padang setelah Dakwaan Rampung.

Adapun kasus Posisi perkara tersebut sebagai berikut :
Pada tahun 2013, RSUD dr. Rasidin Kota Padang dengan dirut dr. ARTATI SURYANI, MPH mendapat dana dari APBN berupa dana tugas pembantuan Ditjen Bina Upaya Kesehatan TA 2013 sebesar Rp. `10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah). Untuk pelaksanaannya RSUD dr. RASIDIN Kota Padang melakukan kontrak kerja dengan PT. SYIFA MEDICAL PRIMA (terdakwa FERRY OKTAVIANO) dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) nomor 03/RSUD-ALKES/APBN/VII/2013 tanggal 01 Juli 2013.

Dalam pelaksanaan Surat Perjanjian Kerja tersebut diatas terdapat penyimpangan-penyimpangan mulai dari tahap perencanaan, persiapan pengadaan, pemilihan penyedia dan pelaksanaan kontrak, serta pembayaran hasil pekerjaan yang memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu memperkaya Terdakwa dr. Artati Suryani, M.Ph Pgl. TATIK , ISWANDI ILYAS (DPO), terdakwa FERRY OKTAVIANO (PT. SYIFA MEDICAL PRIMA) , terdakwa SAIFUL PALANTJUI (CV. VALEA PERKASA) dan terdakwa ISKANDAR HAMZAH (direktur PT. Cahaya Rama Pratama) dan telah menimbulkan kerugian keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp. 5.079.998.312.11 (lima miliar tujuh puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh delapan ribu tiga ratus dua belas rupiah sebelas sen) sesuai dengan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam rangka Perhitungan Kerugian Negera atas Kegiatan Pengadaan Alat Kesehatan, Dokter, dan Keluarga Berencana (KB) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. RASIDIN Kota Padang Tahun Anggaran 2013 dan Instansi terkait lainnya Nomor : 26/LHP/XXI/08/2018 tanggal 12 Agustus 2018, ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp5.079.998.312.11.
Para tersangka disangka Melanggar Pasal :
Primair: Pasal 2 Jo Pasal 15 Jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1990 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP ;
Subsidiair: Pasal 3 Jo Pasal 15 Jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1990 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP ;

Dalam perkara tersebut sebenarnya terdapat 5 (lima) tersangka yang ditetapkan polisi, namun satu di antaranya yaitu Il masih menjadi buruan polisi.

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "4 (EMPAT) TERSANGKA PERKARA DUGAAN KORUPSI PENGADAAN ALAT KESEHATAN RSUD dr. RASIDIN PADANG TA. 2013 DITAHAN"